klik 'SUKA' yaaa ...

Tampilkan postingan dengan label Puncak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puncak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Keceriaan di Kolam Renang


Bagi anak-anak, bermain air -- bisa hujan-hujanan ataupun berenang -- adalah dunia yang paling menyenangkan. Apalagi dilakukan secara berkelompok dengan teman sebayanya. Jarang yang memikirkan akibatnya, apakah akan sakit atau kedinginan setelah itu, yang penting bagi mereka adalah senang dan gembira.

Berikut adalah gambaran ‘kegembiraan’ anak-anak komplek Perumahan Grand Harmony Cileungsi, yang sedang berenang di pagi hari, sebagai salah satu rangkaian acara Family Gathering bersama keluarga, di Sampereun Resort, Mega Mendung (Puncak), Bogor. Foto diambil sekitar pukul 9 pagi, beberapa waktu silam.

 Warming Up: bergerombol di pinggir kolam, untuk adaptasi suhu air.

 Black & White: Tyo (depan) tetap ceria meski kulit tubuhnya menjadi coklat karena berpanas-panasan.

 Mainan: Saat berenang, apapun bisa dijadikan alat mainan. Seperti Alvin yang asyik dengan selang air.

Kolam Kecil: Sementara yang lainnya berenang di kolam besar, Tomy malah asyik di kolam (kecil) pembuangan air.

 Lompatan Maut: Balqis yang berbadan bongsor mencoba melakukan lompatan dari pinggir kolam.

Kedinginan: Setelah 2 jam lebih bermain di kolam, akhirnya pada kedinginan.

Sabtu, 10 November 2012

Satu Pagi di “Sampeureun Resort” Mega Mendung


Mengamati lingkungan sekitar -- entah itu kehidupan manusia, binatang atau tumbuhan -- sungguh menyenangkan, walau kadang tanpa kita sadari. Tetapi, untuk mengabadikan dalam sebuah frame foto, ternyata tidak segampang yang diduga. Sebuah foto, hanya bisa ‘menggambar’ sebatas bingkai yang ada, tidak seluas pandangan dengan mata telanjang.

Sehingga, kalau ada yang mengatakan bahwa sangat sulit membuat foto yang bisa ‘bercerita’ banyak, apalagi kalau foto itu berisi satu benda saja, memang begitulah adanya. Apalagi bagi seorang pemula di dunia fotografi seperti saya.

Berikut adalah hasil jepretan saya dalam mengabadikan beberapa benda yang ada di sekitar, terutama tumbuhan. Lokasinya di daerah Puncak (Bogor), tepatnya di Sampeureun Resort, Desa Suka Galih, Mega Mendung, Kabupaten Bogor. Pemotretan dilakukan pada pagi hari. Hasilnya? Silahkan dinilai sendiri…..

 Benalu Cemara : Hidup bersama, tanpa saling mematikan.

 Tidak Bersamaan : Meski dalam satu kelopak, ternyata berkembangnya sendiri-sendiri.

 Kontras : Warna merah dan putih diantara gradasi warna (dominan) hijau.

 Menunggu Waktu : Daun palem botol yang sudah mengering, akhirnya akan jatuh dengan sendirinya.

 Laba-laba : Salah satu binatang yang bertahan di udara dingin sekalipun.

 Menyimpan Air : Disela-sela kelopak daun, air masih nampak menggenang.

 Tak Terawat : Kecantikan tumbuhan ini 'berkurang' karena tidak terawat dengan baik.

Purna Tugas : Dua kuntum bunga menunggu kering, dan akhirnya gugur. 

Bunga Liar : Tumbuh diantara rerumputan, menjadi nampak indah karena begitu kontras. 

Tetap Indah : Meski sekitarnya tidak terawat, kemunculan bunga ini bisa menyita perhatian karena ke-gagah-annya.

Rabu, 17 Oktober 2012

Akhir Pekan di Villa KALISTA Cisarua


Lucu juga, untuk mengisi liburan di akhir pekan – hari Sabtu dan Minggu – kadang kami (ayah, ibu dan adik-adik) harus berunding ramai, bahkan kadang disertai dengan voting segala. Bukannya apa, meratanya kemacetan dimana-mana membuat kadang kami harus berfikir ulang untuk menentukan obyek wisata untuk berlibur di akhir pekan. Bandung yang dulu jadi favorit, kini sudah dicoret dari pilihan utama. Demikian juga dengan kawasan Puncak (Bogor), baru mendengar “namanya” disebut, kami sudah membayangkan harus sabar bermacet ria di tol Ciawi.

Nah, minggu kemarin ayah memberi pilihan untuk mengisi libur akhir pekan dengan mengunjungi Tante Al, adik sepupu ayah – tepatnya anak dari Om-nya ayah – yang ada di Cisarua. Sungguh diluar dugaan, ternyata Tante Al menempati rumah di Villa Kalista yang berlokasi di ‘belakang’ perkebunan ‘Teh Walini’ Gunung Mas, Puncak.

Dari sisi pemandangan, sungguh indah. Karena kami bisa menikmati keindahan alam – utamanya perkebunan teh Gunung Mas – dengan leluasa. Belum lagi di Villa Kalista yang sangat luas (kata Tante Al sekitar 3 hektare), aku dan adik-adik, Tyo dan Tomy, bisa bermain sepuasnya. Mulai dari outbound, renang, sampai fitness dan main basket. Berikut (sebagian) foto yang aku buat :

 Jalan menuju Villa Kalista, tepat berada di belakang perkebunan teh Gunung Mas.

 Tomy, dengan beraninya jalan sendiri ke tengah perkebunan teh.

 Ibu berpose di halaman Villa Kalista (untung lagi nggak hujan).

 Becanda ala Ayah dan Tyo.

 Sebelum pulang, Ayah dan Tyo menyempatkan renang di rumah Tante Al.

Apakah ini yang disebut "Benalu Teh" yang katanya bisa dibuat obat ?