klik 'SUKA' yaaa ...

Rabu, 20 Februari 2013

Antara Panas, Gersang dan Indahnya Pantai Kuta


Berwisata ke Pulau Lombok (NTB), tentu kurang afdol kalau tidak mendatangi obyek wisata pantainya. Sebut saja Senggigi, pasti sudah terbayang hamparan pantai indah di sepanjang wilayah Lombok bagian barat, yang menjadi primadona wisatawan lokal maupun mancanegara. Belum lagi godaan dari ‘trio’ pulau andalan wisata Lombok, yaitu: Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, yang menawarkan keindangan bawah laut bagi yang suka menyelam.

Tetapi, di kawasan Lombok bagian tengah, justeru mempunyai obyek wisata yang tak kalau menariknya. Gugusan pantai di Lombok Tengah membentang di sekitar Pantai Kuta. Ada pantai Tanjung A’an, pantai Segar, pantai Mawun, pantai Selong Belanak, pantai Gerupuk, dan pantai Teluk Belongas. Di gugusan pantai ini kita bisa bermain diving, snorkeling maupun Surfing. Karena kepopulerannya itu, pantai Kuta Lombok juga dipenuhi banyak penginapan, dengan satu diantaranya yang paling representative adalah Novotel Lombok Hotel.

Berikut beberapa foto yang aku buat di gugusan pantai Kuta – saat berlibur dengan keluarga beberapa waktu silam – yang tentu aku ambil dari angle yang berbeda. Meski terkesan panas dan gersang, tetapi kesan exotic dan keindahannya tetap ‘memancar’ dari obyek wisata pantai ini.



Perpaduan pantai, ombak, batu karang & perbukitan yang eksotik.

 Saat air surut, gundukan batu karang muncul dengan jelas ke permukaan.

Bulu babi, yang bersembunyi di keindahan batu karang perlu diwaspadai. 

 Yang kurang menyenangkan, pedagang asongan 'mengejar' wisatawan kemanapun berjalan.


Di siang yang terik dan gersang, Ibu tidak mau ketinggalan memotret moment-moment 'penting. 

Bule berjemur, mungkin panas menyengat yang memang dicari oleh wisatawan mancanegara.

Rabu, 23 Januari 2013

Benda Rongsokan


Obyek foto tak selalu harus yang tertata rapi ataupun bersih. Ternyata hal-hal yang sudah ‘terbuang’ pun bisa dijadikan obyek foto (benda) yang menarik dan artistik. Baik benda-benda yang terbuang di tempat sampah, teronggok di pojok rumah, berserakan di halaman depan rumah, atau tergolek di jalanan umum.

Berikut adalah benda-benda yang ada di halaman (pekarangan) rumah, yang dijadikan obyek foto oleh Om Makinuddien AR -- teman ayah di kantor, yang juga punya hobby fotografi -- yang aku ‘temukan’ di memory camera DSLR-ku.

Mudah-mudahan foto-foto ini bisa menambah khazanah perbendaharaan obyek foto, bagi siapapun juga, atau setidaknya bisa menjadi referensi bahwa obyek foto tidaklah selalu yang ‘bersih’ semata. Untuk Om Makin, semoga berkenan fotonya dipajang di blog-ku ini.


 Kawat Springbed

 Benang Layangan

Paku Berkarat 

 'Daleman' Springbed

Mainan si kecil



Sabtu, 22 Desember 2012

Kegiatan Komunitas para Ibu


Apa yang dilakukan kebanyakan ibu-ibu – entah di perkampungan ataupun komplek perumahan – jika ada waktu senggang? Diakui atau tidak, biasanya kaum ibu ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan ngerumpi, hehehe….

Tetapi, itu tidak semuanya. Di beberapa bagian wilayah yang lain, ibu-ibu lebih senang mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif, entah itu berbentuk pengajian rutin, olahraga dan senam sehat, ataupun aktivitas mengasah ketrampilan dengan membuat pernak-pernik kerajinan dan semacamnya.

Berikut adalah aktivitas ibu-ibu komunitas Yayasan Sekar Pertiwi – mirip namaku ya? – di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang mengisi waktu senggang di hari Sabtu dan Minggu dengan belajar berbagai ketrampilan, yang diantaranya adalah: Menyulam !

 Briefing sebelum memulai aktivitas.

Sample untuk membangkitkan motivasi. 

Buku Panduan, didapatkan dari Perpustakaan Desa Cileungsi Kidul. 

Menggambar pola, perlu ketelitian dan kesabaran. 

Praktek langsung, hasil tidaklah penting. 

Hasil sementara, cukup bagus...

Sabtu, 10 November 2012

Satu Pagi di “Sampeureun Resort” Mega Mendung


Mengamati lingkungan sekitar -- entah itu kehidupan manusia, binatang atau tumbuhan -- sungguh menyenangkan, walau kadang tanpa kita sadari. Tetapi, untuk mengabadikan dalam sebuah frame foto, ternyata tidak segampang yang diduga. Sebuah foto, hanya bisa ‘menggambar’ sebatas bingkai yang ada, tidak seluas pandangan dengan mata telanjang.

Sehingga, kalau ada yang mengatakan bahwa sangat sulit membuat foto yang bisa ‘bercerita’ banyak, apalagi kalau foto itu berisi satu benda saja, memang begitulah adanya. Apalagi bagi seorang pemula di dunia fotografi seperti saya.

Berikut adalah hasil jepretan saya dalam mengabadikan beberapa benda yang ada di sekitar, terutama tumbuhan. Lokasinya di daerah Puncak (Bogor), tepatnya di Sampeureun Resort, Desa Suka Galih, Mega Mendung, Kabupaten Bogor. Pemotretan dilakukan pada pagi hari. Hasilnya? Silahkan dinilai sendiri…..

 Benalu Cemara : Hidup bersama, tanpa saling mematikan.

 Tidak Bersamaan : Meski dalam satu kelopak, ternyata berkembangnya sendiri-sendiri.

 Kontras : Warna merah dan putih diantara gradasi warna (dominan) hijau.

 Menunggu Waktu : Daun palem botol yang sudah mengering, akhirnya akan jatuh dengan sendirinya.

 Laba-laba : Salah satu binatang yang bertahan di udara dingin sekalipun.

 Menyimpan Air : Disela-sela kelopak daun, air masih nampak menggenang.

 Tak Terawat : Kecantikan tumbuhan ini 'berkurang' karena tidak terawat dengan baik.

Purna Tugas : Dua kuntum bunga menunggu kering, dan akhirnya gugur. 

Bunga Liar : Tumbuh diantara rerumputan, menjadi nampak indah karena begitu kontras. 

Tetap Indah : Meski sekitarnya tidak terawat, kemunculan bunga ini bisa menyita perhatian karena ke-gagah-annya.

Rabu, 17 Oktober 2012

Akhir Pekan di Villa KALISTA Cisarua


Lucu juga, untuk mengisi liburan di akhir pekan – hari Sabtu dan Minggu – kadang kami (ayah, ibu dan adik-adik) harus berunding ramai, bahkan kadang disertai dengan voting segala. Bukannya apa, meratanya kemacetan dimana-mana membuat kadang kami harus berfikir ulang untuk menentukan obyek wisata untuk berlibur di akhir pekan. Bandung yang dulu jadi favorit, kini sudah dicoret dari pilihan utama. Demikian juga dengan kawasan Puncak (Bogor), baru mendengar “namanya” disebut, kami sudah membayangkan harus sabar bermacet ria di tol Ciawi.

Nah, minggu kemarin ayah memberi pilihan untuk mengisi libur akhir pekan dengan mengunjungi Tante Al, adik sepupu ayah – tepatnya anak dari Om-nya ayah – yang ada di Cisarua. Sungguh diluar dugaan, ternyata Tante Al menempati rumah di Villa Kalista yang berlokasi di ‘belakang’ perkebunan ‘Teh Walini’ Gunung Mas, Puncak.

Dari sisi pemandangan, sungguh indah. Karena kami bisa menikmati keindahan alam – utamanya perkebunan teh Gunung Mas – dengan leluasa. Belum lagi di Villa Kalista yang sangat luas (kata Tante Al sekitar 3 hektare), aku dan adik-adik, Tyo dan Tomy, bisa bermain sepuasnya. Mulai dari outbound, renang, sampai fitness dan main basket. Berikut (sebagian) foto yang aku buat :

 Jalan menuju Villa Kalista, tepat berada di belakang perkebunan teh Gunung Mas.

 Tomy, dengan beraninya jalan sendiri ke tengah perkebunan teh.

 Ibu berpose di halaman Villa Kalista (untung lagi nggak hujan).

 Becanda ala Ayah dan Tyo.

 Sebelum pulang, Ayah dan Tyo menyempatkan renang di rumah Tante Al.

Apakah ini yang disebut "Benalu Teh" yang katanya bisa dibuat obat ?